Jumat, 28 Juni 2013

SINOPSIS full house take 2 eps 5

Pencarian terhadap Tae Ik dan Man Ok mulai dilakukan namun tanda-tanda keberadaan mereka sama sekali nihil.
Di dalam sebuah Mini Bus
Man Ok mulai menggeliat dan perlahan-lahan membuka mata saat mendengar sayup-sayup suara yang memanggil nama Tae Ik-si berulang kali. Man Ok akhirnya tersadar jika seseorang sedang mencari mereka dan terbangun seketika.
Keterkejutan menjalari sekujur tubuh Man Ok saat menyadari siapa yang berada di sampingnya dan ikut terbangun. Baru saja Man Ok ingin berteriak, Tae Ik dengan sigap membekap mulut Man Ok.
Man Ok menunjuk-nunjuk ke arah pintu dan mulai panik saat pintu mini bus berusaha untuk dibuka paksa, hal yang sama pun terjadi pada Tae Ik. Man Ok tanpa berpikir panjang segera mengambil langkah bersembunyi di bawah selimut begitupun dengan Tae Ik (emang bisa ya nggak ketahuan klo bersembunyi di dalam selimut, hehehe, ada-ada aja dech)…
Begitu merasa situasi aman, Man Ok dan Tae Ik keluar dari selimut dengan nafas ngos-ngosan… Man Ok tiba-tiba tersadar bagaimana bisa dirinya berada dalam mini bus? Seingatnya semalam dia berada dalam kantong tidur dan tidur di luar. Tae Ik yang mengetahui segalanya dengan cepat berkata jika Man Ok berjalan sambil tidur. Maldo andwae!!!
Man Ok masih tak mempercayai ucapan Tae Ik. Ah, bukannya semalam dirinya tidur bersama dengan seekor kucing? Man Ok bergegas menuju pintu untuk mencari kucing dan tak mengindahkan larangan Tae Ik yang melarangnya.
Mulut Man Ok membulat dan matanya melotot seketika ketika menyadari siapa yang berdiri di hadapannya sekarang. 
Manager terkejut ketika melihat Man Ok dan Tae Ik bersama-sama dalam mini bus, tetapi yang terpenting sekarang adalah mengalihkan perhatian orang-orang di luar sana yang masih mencari Tae Ik.
Sepeninggal Manager, Tae Ik dan Man Ok sama-sama membereskan selimut dan tanpa mereka sadari ada yang diam-diam memotret mereka… Omo ~_~
Episode 5 
=part 1=
Tae Ik, Man Ok, Go Dong dan Manager kembali ke Seoul. Pikiran Man Ok, Tae Ik, Manager sama-sama kacau. Mereka terus memikirkan hal yang terjadi di mini bus. Man Ok masih tidak mempercayai jika dirinya tidur sambil berjalan sedangkan Tae Ik sendiri bertanya-tanya apa Man Ok semalam hanya berpura-pura tertidur? Dan Manager? Apa yang dilakukan ke 2 orang ini semalam… ahhhh, molla…
Kang Hwi, si fashionista kita berjalan-jalan ke sebuah butik langganan untuk melihat koleksi terbaru mereka. Salah satu penjaga toko memberikan Kang Hwi beberapa tas yang di dalamnya berisi pakaian sesuai dengan stylist Kang Hwi. Kang Hwi terlihat senang dan penjaga toko memberitahukan jika ini hadiah dari seseorang dan Kang Hwi sangat mengenalnya.
Kang Hwi terlihat memasuki sebuah hotel dan menuju sebuah kamar. Kang Hwi tidak menyadari jika seseorang membuntutinya dan diam-diam memotretnya saat dirinya berpelukan dengan seorang wanita setengah baya tepat di depan pintu kamar hotel….
Kang Hwi terlihat lahap memakan hidangan di hadapannya. Wanita yang tadi dipeluknya adalah Ibunya yang sengaja meminta Kang Hwi datang ke hotel karena merindukan putra semata wayangnya. Percakapan biasa pun terjadi hingga akhirnya menjadi serius. Dimulai dari membahas kesehatan mata Kang Hwi hingga akhirnya berlanjut ke permintaan agar Kang Hwi berhenti menjadi penyanyi.
Kang Hwi meminta ijin pamit, dirinya tidak tahan jika sang Ibu mulai memintanya berhenti menjadi penyanyi dan kembali bersamanya untuk merebut kembali haknya sebagai seorang anak.
“aku pergi” ucap Kang Hwi saat selesai memeluk Ibunya. “Jangan ikuti aku, Ibu tahu aku tidak menyukainya, aku pergi”
“aku tidak akan menyerah!” teriak Ibu Kang Hwi sesaat sebelum Kang Hwi menutup pintu. Kang Hwi hanya bisa terdiam dan melangkah pergi. Dan sekali lagi, Kang Hwi tidak menyadari orang yang sejak awal kedatangannya membuntutinya ternyata masih belum beranjak pergi dan terus menempel pada Kang Hwi.
Kembali ke Tae Ik dan Man Ok
Manager mengajak Tae Ik menuju suatu tempat dan meminta Man Ok dan Go Dong menunggu di mobil. Go Dong kemudian bertanya apa yang terjadi di lokasi syuting kemarin pada Man Ok? Kenapa Tae Ik sampai memukul ketua pemasaran iklan? Tae Ik tidak pernah seperti ini walaupun semarah apapun dirinya. Man Ok yang berada di lokasi syuting dan otomatis mengetahui segalanya terlihat terkejut dan heran… Tae Ik memukul Ketua Pemasaran?
Tae Ik terlihat terkejut saat dirinya memasuki sebuah ruangan. Ketua pemasaran dan Direktur sudah berada di sana. Pertemuan ini sudah diatur oleh Direktur dan seperti biasa Tae Ik hanya harus mengikutinya saja layaknya seorang boneka.
Ketua pemasaran memasang wajah penuh kemenangan sedangkan Tae Ik hanya bisa menahan amarah. Namun jangan sebut Tae Ik jika dirinya tidak bisa berbuat sesuatu. Saat Direktur meminta maaf kepada Ketua Pemasaran atas nama Tae Ik, Ketua Pemasaran menolak dan meminta Tae Ik sebagai Hallyu Star untuk menuangkan minuman untuknya. Tae Ik awalnya dengan senang hati menuangkannya tetapi saat gelas sudah hampir penuh dan penuh Tae Ik dengan sengaja terus menuang minuman hingga minuman meluber ke luar gelas bahkan ke tangan Ketua pemasaran…wkwkwkwk
Sudah bisa dibayangkan, Direktur Lee marah besar dan mengomeli Tae Ik saat berada di toilet.
“apakah kamu kehilangan pikiran? Kamu tidak mengerti batasanmu… apakah kamu masih berpikir sebagai ahli waris dari keluarga kaya raya? Jangan bodohi dirimu? Kamu hanyalah penyanyi dan model dan dia adalah CEO yang mempekerjakanmu?” teriak Direktur Lee
“apakah kamu merencanakan ini bersamanya? Kamu mengatakan hal yang sama dengannya. Apakah hanya itu satu-satunya perusahaan advertising? Mengapa kita harus mengambil iklan komersial itu?”
“akulah yang memutuskan komersial mana yang akan diambil atau tidak, kamu hanyalah peliharaanku saja, kamu tahu itu”
“kalau begitu uruslah semua ini, peliharaan tidak perlu ikut campur” ucap Tae Ik dan berlalu pergi meninggalkan restoran. Tae Ik bahkan tak perduli dengan Manager yang berusaha menghentikannya.
Full House
Pandangan Man Ok diedarkan ke seluruh penjuru Full House. Ucapan Go Dong kembali terngiang dibenak Man Ok.
“Tempat ini adalah bagian dari harta milik keluarga Tae Ik, sepanjang jalan hingga pegunungan semua milik keluarganya. Keluarganya adalah peringat teratas dari kalangan arsitektur. “lalu apa yang terjadi-Man Ok”. Aku tidak tahu, semuanya memilih diam “lalu rumah Tae Ik sekarang hanya itu?-Man Ok”. Dia menghabiskan seluruh uangnya untuk membeli rumah itu, dia menginginkan semua hartanya kembali, tapi tanahnya begitu luas dan mahal.. aku tidak berpikir Bos akan mengembalikannya dengan mudah”.
Man Ok berjalan menyusuri salah satu sudut Full House. Langkah kaki Man Ok tiba-tiba terhenti, Man Ok merasa tak asing dengan tempat ini… Man Ok rasanya pernah berada di tempat ini dulu sewaktu masih kecil… lamunan Man Ok buyar ketika melihat Tae Ik dari kejauhan…
Man Ok berlarian mengejar Tae Ik dan dengan cepat memberikan obat untuk luka di punggung Tae Ik. Tae Ik hanya terdiam saat menerima obat dari Man Ok dan akhirnya tersadar kemudian berucap “tunggu”.
Suasana di dalam mobil terasa sangat canggung. Man Ok terlihat ingin berbicara namun tidak ada sepatah kata pun yang bisa keluar dari mulutnya. Perut Man Ok sudah keroncongan dan minta diisi makanan tetapi sekarang, Tae Ik justru mengajaknya ke suatu tempat…
Man Ok terbelalak saat Tae Ik mengajaknya menuju sebuah restoran yang terlihat sangat mahal. Man Ok berusaha menolak dan mengajak Tae Ik ke tempat lain yang lebih murah namun Tae Ik tidak setuju dan hanya mau makan di tempat yang sekarang mereka pijak.
Man Ok sekali lagi berusaha mengingatkan Tae Ik agar tidak bisa memesan makanan terlalu banyak namun Tae Ik tetap tak mengindahkan dan menyuruh Man Ok untuk memakan semua hidangan di atas meja hingga habis tak tersisa.
Baru saja Man Ok hendak makan, Hpnya berbunyi… Kang Hwi meminta Man Ok untuk segera datang menemuinya. Man Ok menyanggupi tetapi setelah dia makan. 
Kang Hwi menghempaskan tubuhnya ke sofa. Pertemuannya hari ini dengan sang Bunda kembali membuka memori kenangan yang ingin dilupakannya.
=flashback=
Kang Hwi kecil menari-nari dengan Ibunya. Mereka berdua terlihat sangat senang. Tiba-tiba sebuah batu melayang ke kaca jendela dan pecahan kaca mengenai mata Kang Hwi. Beberapa orang pria masuk dan membawa Kang Hwi pergi dengan paksa. Kang Hwi berteriak histeris begitupun dengan Ibu Kang Hwi karena harus dipisahkan oleh anak yang sangat disayanginya.
Scene beralih
Kang Hwi berada di meja makan bersama dengan keluarga barunya. Sayang respon yang diberikan untuk Kang Hwi negatif, termasuk dari Ayah kandung Kang Hwi yang tidak bisa berbuat apa-apa melihat Kang Hwi dikucilkan… (Ibu Kang Hwi sepertinya adalah istri kedua).
=flashback end=
“aku tidak akan kembali, tidak akan pernah” gumam Kang Hwi sedih.
Man Ok meminta Tae Ik untuk berhenti makan namun Tae Ik sekali lagi tak mengindahkan peringatan Man Ok. Tae Ik sengaja melakukannya agar Man Ok tak pergi menemui Kang Hwi dan tetap berada di restoran bersamanya.
Kang Hwi merasa bosan. Man Ok yang diharapkan datang untuk menghiburnya di saat seperti ini jutsru tidak bisa melakukannya dan meminta dirinya untuk menunggu. Seseorang tiba-tiba muncul, dia adalah hoobae Kang Hwi di dunia industry music dan juga orang yang menganggap Kang Hwi sebagai saingan dalam iklan komersial. (lihat episode 4)
Masih ingat pria yang mengikuti Kang Hwi sedari hotel tadi?
Pria tersebut ternyata adalah suruhan Hoobae Kang Hwi. Mereka berencana untuk menjebak Kang Hwi dengan cara memasukkan sesuatu dalam minuman Kang Hwi.
Sementara itu karena kebanyakan makan, Tae Ik memiliki gangguan pencernaan. Man Ok yang sudah melarang Tae Ik untuk terus makan meminta Tae Ik untuk menjulurkan tangannya dan melakukan tekhnik akupuntur pada Tae Ik. Awalnya bintang Hallyu star kita menolak namun Man Ok memaksa. Tae Ik berteriak kesakitan namun tersenyum senang melihat perhatian Man Ok padanya.
Tae Ik jatuh tertidur. Man Ok yang melihatnya memutuskan pulang diam-diam apalagi kondisi Tae Ik sudah membaik. Senyum tak pernah terlepas dari wajah Man Ok ketika melihat posisi tidur Tae Ik layaknya seperti seorang anak kecil.
Man Ok berlarian ketika menyadari hari semakin larut. Langkah Man Ok terhenti ketika menyadari kamar Kang Hwi masih gelap. Man Ok mencoba menghubungi Kang Hwi namun Hp Kang Hwi mati. Omo…..
=Part 2=
Man Ok gelisah dan segera menyusul Kang Hwi ke tempat yang sempat disebutkan oleh Kang Hwi, taman bermain??? Sayang, Kang Hwi sama sekali tidak berada di sana… Where are u Kang Hwi?
Keesokan harinya
Di sebuah hotel
Kang Hwi terbangun. Kepalanya masih terasa sakit akibat kebanyakan minum semalam. Kang Hwi mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar dan tentunya pada keadaan dirinya sendiri. Kang Hwi sontak terkejut dan segera menghubungi Go Dong untuk menjemputnya.
Di dalam mobil Kang Hwi masih tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada dirinya sedangkan Go Dong sendiri mengambil kesimpulan jika Kang Hwi pergi ke sebuah tempat hiburan malam dan bersenang-senang dengan salah seorang wanita di sana… Kang Hwi dengan tegas membantah dan meminta Go Dong untuk mengantarnya pulang, dirinya ingin sauna… 
Sementara itu di kantor LJ
Hoobae Kang Hwi yang diketahui bernama Jay aka Jong Chul menemui Direktur Lee dan menunjukkan foto skandal Kang Hwi dengan seorang pria di kamar hotel. Hoobae Kang Hwi tak ingin hal yang muluk, dia hanya ingin iklan komersial yang dibintangi Kang Hwi jatuh kepadanya.

Direktur Lee berpikir cepat dan tanpa sengaja melihat alat perekam di sampingnya.
“Jay, anio Jong Chul jangan berpikir kamu akan mendapatkan semuanya dengan mudah (Direktur Lee memperdengarkan suara percakapan mereka berdua sedaritadi), kamu harus tahu dengan siapa kamu berurusan. Berikan aku yang asli dan pergilah” gertak Direktur Lee. 
Jay masih tak bergeming dan menunjukkan sebuah video dimana Kang Hwi bersama seorang wanita setengah baya di sebuah hotel. Jay mengatakan jika mereka berdua (Kang Hwi dan Tae Ik) cepat atau lambat akan mengkhianatinya.
“aku percaya mereka, mereka tidak sepertimu” tambah Direktur Lee
Kang Hwi dan Go Dong akhirnya tiba di LJ. Kang Hwi tanpa sengaja melihat Jay yang baru saja melintas dengan mobilnya dan bertanya-tanya apa yang dilakukannya di LJ? Beberapa detik kemudian, Tae Ik juga tiba. 
Latihan akan segera dimulai namun sebuah kejadian lucu terjadi. Tae Ik dan Kang Hwi mendapati Man Ok tengah menari dengan lagu Hits mereka. Kang Hwi terlihat senang melihat Man Ok tetapi lain halnya dengan Tae Ik yang marah karena Man Ok menggunakan ruang latihan tanpa seizinnya.
Man Ok meminta izin pergi dan Kang Hwi mengikutinya. Kang Hwi kemudian bertanya kenapa Man Ok semalam tidak datang? Man Ok meminta maaf dan berucap jika semalam dia menyempatkan diri ke taman bermain namun Kang Hwi tidak ada di sana. (taman bermain yang dimaksud Kang Hwi adalah bar tetapi yang didatangi Man Ok jutsru taman bermain anak-anak).
Take On memulai latihan mereka kemudian beristirahat beberapa waktu. Man Ok yang sedaritadi menunggu, berjalan perlahan-lahan untuk mengambil tasnya yang ketinggalan. Namun sayang Hp Man Ok berdering. Kakek menelepon di saat yang tidak tepat. Man Ok pun berbohong dengan mengatakan jika dirinya sedang melatih anak-anak Hapkido dan mulai berteriak Hana…. Dan memberi kode kepada Kang Hwi.
Kang Hwi bertindak cepat dan ikut berteriak Haik dan mengarahkan penari lainnya untuk mengikutinya. Tindakan konyol yang datang secara tiba-tiba tersebut tak mendapat respon dari Tae Ik, Tae Ik hanya memicingkan mata pertanda tidak senang.
Perjalanan pulang
Kang Hwi merasa senang dengan hal yang baru saja mereka lakukan, latihan dan berteriak gaje demi membantu Man Ok. Rasa lapar tiba-tiba melanda, Kang Hwi mengajak yang lainnya untuk makan sushi namun Tae Ik dengan tegas menolak dan tiba-tiba merasa ingin muntah. Man Ok yang menyadari maksud keengganan Tae Ik ikut menolak (semalam Tae Ik dan Man Ok sudah makan-makanan yang wah dan mahal). 
Go Dong berinisiatif memesan pizza. Tae Ik otomatis setuju dan meminta Go Dong untuk membeli pizza di perempatan jalan dengan potongan harga 30%. Wkwkwkwk….
“hanya untuk mendapatkan diskon 30%, kita mengelilingi jalanan…. Hallyu Star Tae One, Baek Go Dong jangan mengatakan hal ini kepada siapapun” ucap Kang Hwi di sela-sela makannya. Kang Hwi tak menyangka seorang Tae Ik memesan makanan dan rela memutar jalan hanya untuk membeli pizza dengan diskon 30%. Ckckckck….
Kang Hwi meminta Go Dong menyalakan tv, terasa lebih menyenangkan memakan pizza sambil menonton tv. Acara yang sedang ditayangan adalah bincang-bincang dengan bintang korea Jin Se Ryung yang baru saja memenangkan penghargaan di Amerika Serikat.
Wajah Kang Hwi seketika memucat apalagi ketika menyadari kehadiran Tae Ik yang baru saja ingin ikut bergabung bersama mereka memakan pizza. Kang Hwi merebut remot tv dari Go Dong dan dengan cepat mematikan tv namun Go Dong kembali merebutnya dan menyalakan kembali tv.
“aku berencana untuk kembali ke awal, tempat di mana Jin Se Ryung seharusnya berada… itu tujuanku selanjutnya” ucap Jin Se Ryung
Tae Ik beranjak pergi, nafsu makannya seketika lenyap. Kang Hwi kembali merebut remot tv dan mematikannya
“aku sudah katakan untuk mematikannya dan hanya makan saja” teriak Kang Hwi kesal. Go Dong dan Man Ok saling menatap, berusaha mencari jawaban atas kekesalan Kang Hwi yang sama sekali tidak masuk akal dan dimengerti.
Di kamar Tae Ik memandangi foto dirinya bersama ke dua orang tuanya dan kemudian membaliknya. Di balik foto terdapat sebuah foto lagi yang sengaja disembunyikan Tae Ik selama ini. Foto dirinya bersama Kang Hwi dan Jin Se Ryung.
=flashback=
Tae Ik, Kang Hwi dan Se Ryung terlihat sedang tidur bersama. Di saat Tae Ik terlelap, Se Ryung dan Kang Hwi terbangun dan beranjak pergi. Tae Ik yang menyadari ketidakhadiran sahabat dan kekasihnya bergegas menyusul. Pemandangan menyakitkan terjadi persis di depan matanya… Se Ryung dan Kang Hwi berciuman. (ooohhhh, karena kejadian ini akhirnya Tae Ik membenci dan sedikit tidak suka Kang Hwi)
=flashback end=
Direktur Lee menemui seorang pria paruh baya (sepertinya CEO LJ entertainment). Mereka berbincang-bincang membicarakan tentang perusahaan dan masa depan perusahaan.
Direktur Lee terlihat bingung dan bimbang sesaat mengakhiri percakapannya dengan Se Ryung. Se Ryung berniat bergabung dengan perusahaan miliknya dan menjadi artis asuhan LJ entertainment. Tawaran yang menggiurkan memang mengingat kiprah Se Ryung di dunia showbiz yang tak bisa dianggap remeh namun Direktur Lee tidak bisa gegabah mengambil keputusan seenaknya dan mengontrak Se Ryung bukanlah bayaran yang murah.
Sebuah masalah muncul. Hasil pemeriksaan terhadap mata Kang Hwi telah keluar dan dokter yang merawat Kang Hwi memberikan laporan jika Kang Hwi cepat atau lambat akan menjadi buta karena kerusakan saraf pada matanya.
Direktur Lee berpikir keras. Kemajuan perusahaan jauh lebih penting dari segalanya. 
Kang Hwi sedang berlatih Hapki dance di ruang latihan. Dance yang sama yang dilakukan Man Ok beberapa hari yang lalu. Kemunculan Direktur di ruang latihan membuat Kang Hwi terhenti sesaat.
Kang Hwi menemui Direktur Lee dan mulai berceloteh tentang Hapki dance yang dilakukannya tadi. Bukannya mendapat respon, Direktur Lee memberikannya sebuah map berwarna coklat dan sebuah tiket pesawat.
Kang Hwi terlihat ragu membuka map dan beberapa detik kemudian terkejut setengah mati ketika menyadari isi map tersebut ternyata adalah foto dirinya dengan seorang pria di kamar hotel. Kang Hwi berusaha meyakinkan jika ini hanyalah rekayasa dan dirinya tidak akan mungkin melakukannya. Direktur mengangguk dan meminta Kang Hwi untuk ke luar negeri sementara dirinya akan membereskan masalah yang terjadi. Kang Hwi awalnya terlihat ragu namun pada akhirnya setuju karena Direktur Lee tahu hal apa yang harus dilakukannya.
Di lantai bawah, Go Dong sudah menunggu Kang Hwi dan bersiap mengantar Kang Hwi ke bandara walaupun dengan mobil yang jauh lebih kecil dari mobil yang biasanya mereka gunakan.
Di perjalanan Kang Hwi mencoba menghubungi Man Ok untuk berpamitan, sayang Hp Man Ok tidak aktif. Go Dong yang melihat raut wajah cemas Kang Hwi menjelaskan jika Man Ok saat ini menemani Tae Ik untuk siaran radio visual. (seperti Sukira chingudeul^^).
Tae Ik mendapat pujian atas penampilannya hari ini. Penyiar radio terus menerus memujinya karena style Tae Ik sangat jauh berbeda dengan stylenya beberapa waktu yang lalu saat menghadiri acara yang sama dan juga kemampuannya menabuh alat musik drum. 
Kang Hwi yang terus memantau perkembangan siaran radio yang dibintangi Tae Ik melalui situs online membaca satu persatu komentar dari fans Take One
“Tae Ik yang terbaik”
“kapan dia belajar drum?”
“pakaian yang kamu kenakan hari ini sangat luar biasa”
Helaan nafas terdengar. Kang Hwi harus beristirahat sejenak dari rutinitas harian mereka padahal hal yang sangat diinginkannya saat ini adalah bekerja bersama Tae Ik.
Go Dong terlihat khawatir saat melepas kepergian Kang Hwi di bandara. Ini pertama kalinya Kang Hwi menempuh perjalanan jauh seorang diri tanpa ditemani siapapun. 
Ga Ryun dan No Ra berada di warnet. Pekerjaan mereka sekarang adalah wartawan. Sebuah berita mengejutkan membuat keduanya terpekik tanda tak percaya. Sebuah situs online memberitakan jika Kang Hwi adalah gay dan memberikan bukti nyata foto kedekatan Kang Hwi dengan seorang pria di kamar hotel.

Di LJ entertainment
Direktur Lee tersenyum tipis. Bunyi telepon dan kewalahan para anak buahnya dalam menerima telepon untuk mencari tahu kebenaran kabar jika Kang Hwi adalah gay ditanggapinya dengan tenang. 
Sementara itu di gedung tempat siaran radio, Tae Ik yang baru saja menyelesaikan tugasnya terkejut saat mendengar desas desus jika Kang Hwi adalah gay. Tayangan di televisi yang memperlihatkan sebuah press conference Direktur Lee semakin membuatnya tak percaya. LJ entertainment secara resmi mengeluarkan Kang Hwi dari Take One.
Kang Hwi yang masih berada di bandara karena pesawat yang akan ditumpanginya mengalami penundaan pemberangkatan ikut terkejut. Maldo Andwae!!!!

=Bersambung=^^

Yeorobun jongmal mianhae telat banget postingnya....
Untuk sinopsis selanjutnya,Insya Allah setiap minggu dewi usahain posting^^
Kamsahamnida dan dilarang copy paste!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar