Minggu, 30 Juni 2013

Sinopsis Smile, You episode 15


Hyun Soo akan pergi menemui Jung Kyung tapi dia terngiang-ngiang dengan permintaan Jung In.
"Jangan pergi..."
Hyun Soo lalu berbalik, dia kembali menemui Jung In. Jung In kaget.
"Ayo kita pergi bersama", kata Hyun Soo lalu menggandeng lengan Jung In keluar (senengnya aku)

Mereka berdua pergi naik taksi. Jung In tersenyum-senyum senang, dia lalu mengapit tangan Hyun Soo dan bersandar di bahunya.
"Kamu ingin kita terus bersama ya?", tebak Jung In ge-er
"Hey, jika aku tidak mengajakmu nanti aku bisa pusing diprotes terus olehmu", kata Hyun Soo. Mereka jadi ribut di dalam taksi. Supir taksi tersenyum-senyum melihat tingkah mereka berdua. Dia menganggap pasangan kekasih yang ribut itu menarik.
"Pak jangan salah paham, dia ini adik...adikku", tegas Hyun Soo. Jung In senang dengan perkataan supir, dia mengapi lengan hyun soo erat
"Pak kita pasangan serasi khan", kata Jung In minta pendapat pak supir

Mereka tiba di depan apartemen. Jung In tidak sabar ingin mendamprat Direktur. Tapi Hyun Soo ingin Jung In menunggu di sana biar tidak membawa masalah baru
Jung In protes, dia bisa kedinginan berdiri di sana (tadi langsung pergi ga bawa jaket). Hyun Soo terpaksa membuka jaketnya dan memasangkan pada badan Jung In
"Kamu tunggu di sini tidak boleh bergerak seinchi pun, kamu renungkan perbuatanmu yang menyusahkanku! ", Hyun Soo mengancam akan memukul jidat Jung In lagi jika dia tak menurut (marah tapi perhatian...ehm)



Kakek termenung di depan kantor polisi, memikirkan Seo Jung Kil membuat berat bebannya, perutnya jadi sering merasa sakit. Dia lalu pulang, di depan anaknya dia hanya bicara menitipkan Jung Kil di suatu tempat.


Rupanya butuh waktu agak lama bagi Hyun Soo untuk menenangkan Jung Kyung dan mengajaknya pergi. Jung In mulai cape dan kedinginan. Dia mengintip Hyun Soo yang sepertinya masih asyik menemani Jung Kyung walau terlihat kedinginan. Jung In lalu pergi sendiri dari situ dengan sedikit kecewa.

Hyun Soo akhirnya jujur bahwa dia kedinginan. Dia mengajak Jung Kyung pulang. Tapi Jung Kyung masih ragu pulang ke rumah dia merasa Jung In pasti akan memusuhinya
"Percayalah sebenarnya di hatinya Jung In tidak seperti itu, dia mengkhawatirkanmu, kita tadi pergi bersama dia malah ingin menjambak rambut direktur", kata Hyun Soo
Lalu Jung In menelepon dia berkata dia sudah berjalan menuju rumah karena tidak tahan menunggu di sana.

Di jalan Jung In akhirnya menemukan warung mobil Ji Soo, dia mampir dan mendapat hutang makan di sana, Tak lama kemudian kakaknya Sung Joon pun muncul dan makan bersamanya.
Saat Hyun Soo dan Jung Kyung tiba di rumah, Jung In dan Sung Joon pun datang. Jung In telah membeli minuman dan makanan kecil. Dia tahu kakaknya pasti ingin minum
"Tuh lihat Jung In sebenarnya perhatian khan?", kata Hyun Soo pada Jung Kyung. Jung Kyung akhirnya tak ragu pulang ke rumah.
 
Mereka berempat lalu diam-diam makan dan minum-minum di loteng. Sung Joon menyuruh Hyun Soo duduk di samping Jung In (sung joon ini punya indra ke enam kyknya).
Sung Joon bercerita bahwa gara-gara punya 2 adik gadis cantik dia suka kerepotan menjaganya dan sering tidak bisa belajar dulu. Sung Joon lalu bertanya tipe laki-laki seperti apa yang mau dicari Jung Kyung lagi.
"Apa yang tinggi dan berwajah simpatik sepertiku?", tanyanya pamer (sung joon emang tinggi buanget)
Jung Kyung menyebutkan dia ingin yang seperti teman dan datang jika dia meneleponnya ( hyun soo banget deh). Jung In dan Hyun Soo merasa tidak enak mendengarnya
Sung Joon mulai mabuk. Jung Kyung dan Jung In mulai takut Sung Joon membocorkan rahasianya di depan Hyun Soo. Tapi Hyun Soo juga lalu menceritakan "rahasia" masa kecilnya.
"Aku harusnya yang merasa iri karena kalian punya saudara untuk berbagi", kata Hyun Soo (duh adam ntar gimana ya klo cuma sendirian). Hyun Soo lalu membawa Sung Joon  ke kamarnya. Saat Jung In mabuk dia berkata pada kakaknya bahwa dulu saat dia ditelantarkan Han Se dia sangant ingin minum dengan kakaknya. Jung Kyung jadi bersimpati pada Jung In.


Esok pagi, keluarga Seo menanyakan ayah mereka. tapi kakek hanya berkata bahwa ayahnya ada di suatu tempat. Pagi itu Geum Ja meminta Jung Kyung membantunya mencuci selimut. Tapi Hyun Soo buru-buru mengambil jatah Jung Kyung karena itu menurtunya pekerjaan laki-laki.

Di kamar mandi Hyun Soo sedang mencuci selimut (orang korea klo nyuci diinjek2 ya). Jung In masuk ke kamar mandi dan menitipkan juga pakaiannya untuk dicuci hyun soo. Hyun Soo tidak mau tapi Jung In merasa Hyun Soo hanya mau membantu Jung Kyung. Jung In kesal lalu mendorong Hyun Soo, pantat Hyun Soo masuk ke dalam jolang cuci (kocak banget posisinya).
Hyun Soo kesal dia lalu membalas dengan mengapit Jung In dan mencipratinya dengan air. tapi karena air itu air sabun Jung In berteriak perih. Hyun Soo lalu berhenti dan memperhatikan Jung In.
Geum Ja masuk kamar mandi, dia lalu menyalahkan Jung In yang mengerjai anaknya sampai basah kuyup. Jung In lalu lari Geum Ja mengejarnya. Hyun soo membantu ibunya menangkap Jung In dengan erat. Jung Kyung sempat iri melihat walau mereka bertengkar namun terlihat sangat akrab. Jung In ingin melepaskan diri dari tangkapan/pelukan hyun Soo. Dia membenturkan kepalanya dengan keras dan mengenai jidat Hyun Soo cukup telak.

Jung kyung lalu mengkompres luka Hyun Soo. Geum Ja baru tahu bahwa ternyata Jung Kyung satu almamater dan satu angkatan dengan anaknya (sepertinya sekolah favorit).
Dia jadi terkesan dengan Jung Kyung yang pintar, cantik, lembut (ha? tp tukang tampar) dan seorang dokter lagi. Hyun Soo menjelaskan bahwa spesialisasi Jung Kyung adalah dokter syaraf.

Setelah Jung Kyung pergi, Ibunya menganggap orang seperti Jung Kyung wanita ideal untuk anaknya yang hebat. Geum Ja jadi membandingkannya dengan Jung In. Jung In menguping pembicaraan mereka, dia kesal dan cemburu saat tahu dia diam-diam dibanding-bandingkan. Jung In setelah itu jadi bertambah baik terhadap Geum Ja dan berkata dia juga banyak keahlian.

Geum Ja dan Sang Hoon menguping bahwa Seo Jung Kil ternyata di kantor polisi. Mereka mau mencek diam-diam ke sana. Kakek sedang menemui Jung Kil. Dia benar berharap Jung Kil sadar dan mau berubah menjadi laki-laki sejati (udah 50 th padahal). Ternyata dulu Kakek jg pernah dipenjarain sama ayah Jung Kil ,kakek dulu pencuri dan akhirnya sadar. Kakek mau menolongnya asal Jung Kil janji tidak akan menyebut nyebut hak atas rumah kakek lagi.

Hyun Soo akan pergi keluar menemui Han se, dia naik ke kamar Jung In dulu. Jung In sedang bersemedi mengeluarkan energi marahnya (energi cemburu kali hihi). Hyun Soo mencoba membujuk Jung In yang mendiamkannya.
"Hey kamu marah ya karena aku dan ibuku mengerjaimu tadi", tanya Hyun So. Tapi Jung In tetap diam.
Hyun Soo lalu berkata dia kan pergi keluar sebentar (wah udah mulai lapor ya sekrang)

Dia lalu berbincang dengan Han Se di warung mobil Ji Soo sambil minum (keren juga mreka berdua). Dia ingin Hyun Soo membantunya mencari tahu perasaan Jung In padanya, karena Han Se sukar berkomunikasi dengan Jung In.

Hyun Soo bingung dengan permintaan itu. Dia minta Han Se langsung bertanya padanya karena dia juga sukar mengenali hati dan perasaan Jung In
"Jika dia berkata baik-baik saja tampak seperti tidak baik, Jika dia berkata tidak marah dia malah tampak  marah,Jika dia berkata kenyang, tampak seperti dia lapar ", ujar Hyun Soo sambil memikirkan Jung In
Han Se kesal dengan jawaban Hyun Soo dia langsung menelepon Jung In agar datang dan menemui mereka di warung mobil Ji Soo.

Ji Soo sedang dimata-matai dua orang preman yang mengejarnya. dia lalu menemui preman itu diam-diam. preman itu minta pertanggung jawaban dan mengancam Ji Soo. Kebetulan Sung Joon akan menemui JI Soo dia melihat JI Soo diancam 2 orang laki-laki dia menghajar laki-laki itu. Ji Soo bingung.

Hyun Soo bingung kenapa Han Se tiba-tiba marah-marah
"Aku ternyata seperti menitipkan ikan di rumah seorang kucing. Apa kau ini pernah pacaran sebelumnya Hyun Soo!. Kamu ini suka Jung In ya!", kata Han Se marah
Hyun  Soo tak percaya apa yang didengarnya, tapi mereka kemudian melihat Sung Joon berkelahi. Hyun Soo dan Ji Soo berusaha memisahkan mereka. Jung In akhirnya sampai di sana. Han Se ingin terlihat setia kawan dia langsung ikut menghajar preman. Keadaan jadi heboh, mobil polisi pun meraung mendekat.

Mereka semua ramai-ramai digiring ke kantor polisi. Jung In kemudian tak sengaja melihat ayahnya diborgol di kantor polisi.
Dia benar-benar kecewa dan marah terhadap ayahnya. Kakek, Geum Ja dan Sang Hoon dan Jung Kyung pun datang karena ditelepon. Geum Ja begitu mengkhawatirkan Hyun Soo (beneran mama`s boy nih). Geum Ja menyuruh Jung In yang sedang di samping Hyun Soo untuk minggir. Lalu dia  minta Jung Kyung datang mendekat memeriksa Hyun Soo. Jung In langsung merasa minder dan sedih, dia pergi. Hyun Soo sadar Jung In pergi dan sedih karenanya.

Kakek menyelesaikan masalah ini, dia jadi tahu permasalahan Ji Soo. Dia ingin 2 orang pria itu benar-benar punya bukti jika ingin menuduh Ji Soo. Ji Soo minta maaf karena menyusahkan kakek. Semua akhirnya bisa pulang kecuali Seo Jung Kil.

Sampai di rumah, semua berkumpul, kakek menceramahi anak-anak.

Jung In masih menghilang. Hyun Soo khawatir dan mencarinya. Dia keluar rumah sambil menelepon Jung In, dia mendengar Hp jung In terdengar berdering dari samping rumah. Hyun Soo lalu punya ide dan masuk ke rumah. 
Tak lama kemudian Hyun Soo  menemui Jung In yang sedang membuat api unggun di samping rumah, dia sudah membawa beberapa ubi yang telah dia bungkus dengan alumunium foil
"Ayo kita membakar ubi", kata Hyun Soo (duh inget ya jung In ingin ubi bakar)
Hyun Soo membakar ubi, tapi Jung In masih cemberut

"Kamu tidak usah bersikap baik padaku", kata Jung In minder
"baiklah", kata Hyun Soo. Hyun Soo tapi bukannya pergi dia malah mendekat dan duduk tepat di sebelah Jung In. Jung In malah heran
"Apa kamu tidak nyaman kalau aku duduk di sampingmu?, tanya Hyun Soo. Padahal aku nyaman berada di dekatmu", lanjut Hyun Soo.
Jung In memandang Hyun Soo dengan tidak percaya. (yeeee...:) ko aku yg happy)

Namun suasana jadi kaku karena Jung Kyung datang. Dia berkata pada adiknya dan Hyun Soo bahwa dia sudah memutuskan membawa keluarganya pergi dari sini, dan mengusahakan mencari tempat tinggal di  luar dengan penghasilannya. Jung In syok .Jung Kyung malu juga dengan kelakuan ayahnya yang ingin mengambil rumah kakek.
"paling tidak tunggulah setelah ayahmu kembali", kata Hyun Soo yang juga syok.
"keadaan takutnya tambah sulit jika ada ayahku" kata Jung Kyung. Jung In sedih dia sudah merasa betah di sini karena bersama Hyun Soo.
"Aku di sini telah punya kamar sendiri sekarang", katanya sedih
"Kau kan tahu semua ini sementara di sini", kata Jung Kyung (apa mungkin jungkyung jg sirik adiknya makin deket dg hyun soo nih). Jung in merajuk dan pergi.

Jung Kyung lalu berbicara sebentar dengan Hyun Soo, dia berkata bahwa pertemanan mereka tidak akan putus walau keluarga mereka pindah dari sini.
Jung Kyung lalu menemui adiknya.
"Kau tahu jika kita tetap di sini keadaanya bisa tidak mengenakkan buat Hyun Soo".
Jung In berusaha tidur malam itu, tapi dia terus-terusan gelisah karena terbayang akan berpisah dengan Hyun Soo. Tiba-tiba dia ingat kata-kata terakhir Hyun Soo padanya
"Aku merasa nyaman berada dekatmu"
Jung In terbangun dengan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar