Minggu, 30 Juni 2013

Sinopsis Smile, You episode 23


Malam telah larut ketika seseorang menggedor-gedor pintu rumah Kakek Kang. Semua orang jadi terbangun dan keluar dari kamarnya.
"Kang Hyun Soo...Kang Hyun Soo!"
Paman Sang Hoon membukakankan pintu dan Lee Han Se yang sedang mabuk berat langsung menerobos masuk. Dia menghampiri Hyun Soo dan memegangi Hyun Soo. Semua orang tak mengerti dibuatnya.
"Kang Hyun Soo aku kesepian", keluh Han se sambil memeluk Hyun Soo (kesannya aneh banget hehe).
Han Se juga lalu melihat Jung In dia memeluk Hyun Soo dan Jung In
"Jung In, kalian berdua tidak bisa berbuat seenaknya padaku", kata Han Se sedih.
Hyun Soo ingin bertanya dan menyadarkan Han Se, tapidia semakin melantur
"Aku cinta kamu", kata Han Se pada Hyun Soo. Geum Ja merasa janggal dan kesal.

Sung Joon pengertian, dia lalu maju berusaha menutup mulut Han Se agar dia tidak ikut membocorkan hubungan Jung In dan Hyun Soo.
Tapi Han Se malah muntah ditengah rumah, semua orang heboh dan jijik dibuatnya.

Hyun Soo dan Sun Joong mengurus Han Se yang mabuk. Hyun Soo takut Han Se bisa merusak rencana dan hubungan dia dengan Jung In, Hyun Soo meminta dukungan Jung In.
"Kalau aku, akau akan langsung saja umumkan hubunganku pada keluarga", kata Sun Joong
"Lalu setelah itu bagaimana?", sahut Hyun Soo gelisah
"Aku juga tidak tahu", kata Sung Joon polos

Geum Ja lagi-lagi mendorong Jung In untuk berbaikan saja dengan Han Se.Tapi Jung In dengan tegas mohon kepada Geum Ja agar tidak mengungkit-ungkit masalah itu lagi.

Hyun Soo memanggil Jung In ketemuan di halaman belakang.
"Jung In bagaimana kalau kita terus terang saja, kita tidak tahu apa yang akan Han Se lakukan besok pagi", kata Hyun Soo cemas.
Jung In masih belum siap, dia takut hubungan keluarga jadi tidak baik nanti.
"Saya menyukai Kakek, Paman dan Bibi kalau itu mama Han se aku tidak peduli beliau bicara apapun"
Akhirnya mereka memutuskan sedikit demi sedikit berterus terang saat suasana santai acara "paradise trip" nanti.
"Ayo sana masuk , dingin, lalu kau tidursaja", kata Hyun Soo
"Karena masalah ini aku jadi tidak bisa tidur", kata Jung In
"Kalau gitu ayo ikut aku", ajak Hyun Soo


Han Se tersadar dari mabuknya. Dia terbangun tapi tidak melihat seseorang pun di kamar itu. Dia haus dan keluar mencari minum sendiri ke dapur. Tapi hanya ada teh pahit.  Dia lalu masuk ke kamar-kamar membawa senter mencari Jung In. Semua tampaknya sudah tidur.

Sekretaris pribadi Han Se masih menunggu di mobilnya di luar rumah Kakek. Dari mobil dia melihat Jung In dan Hyun Soo berduaan di dalam mobil, sekertaris Kim curiga.
Hyun Soo dan Jung In sedang saling menatap pasangannya dalam - dalam. Mereka ternyata berdua sedang bermain"Siapa yang lebih tahan tidak berkedip lebih lama". Jung In sering kalah, yang kalah dipukul tangannya.
Lama kelamaan Hyun Soo tergoda juga.
"Jung In tutup matamu", kata Hyun Soo mupeng
"Enak saja, nanti aku yang kalah!", sahut Jung In yang mengira Hyun Soo licik ingin membuatnya kalah.
Hyun Soo membujuk Jung In tapi Jung In yang ga ngeuh ingin menang kali ini , dia tetap melotot memandang Hyun Soo.
"Kalau gitu  kita lakukan langsung aja ya", kata Hyun Soo tidak tahan.
Jung In akhirnya sadar, dia lalu menutup matanya. Hyun Soo semakin dekat dengan Jung In, tiba-tiba dari rumah terdengar Go Joo Hee berteriak. Mereka berdua kaget.

Han Se ternyata masuk juga ke kamar Jung Kil dan Joo Hee, dia sempat mengira Joo Hee adalah Jung In. Jung Kil memiting Han Se karena berani kurang ajar. Jung In akhirnya masuk sendiri ke dalam rumah, dia mengaku habis mencari udara segar karena tidak bisa tidur. Tapi Han Se curiga karena tidak melihat Hyun Soo sejak dia bangun tadi.
"Kalian ini tinggal satu atap apa tidak curiga ada hubungan antara Jung In dan Hyun Soo", kata Han Se nyeletuk. Jung In dan Sung Joon mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Hey Hyun Soo khan sukanya sama Jung Kyung", sahut Jung Kil. Semua orang rumah tidak ada yang percaya pada Han Se. Tapi insting Han Se mengatakan bahwa ada yang tidak beres, Hyun Soo pasti habis berduaan dengan Jung In.
"Eh mungkin Oppa di kolong meja, dia kalau banyak pikiran suka ingin tidur di bawah meja", potong Jung In.
Mereka semua langsung ke kamar Hyun Soo, dan mereka memang menemukan Hyun Soo sedang tertidur di sana. Orang-orang menyalahkan Han Se yang menuduh Hyun Soo sembarangan.
Hyun Soo rupanya sempat menyelinap masuk lewat jendela dan pura-pura tidur. Hyun Soo lalu pura-pura terbangun dan kaget karena semua orang ke kamarnya. Han Se kali ini benar-benar pusing.
Saat Han Se tertidur Hyun Soo buru-buru mentutup kembali jendela kamar yg masih terbuka.

Pagi-pagi semua orang seperti biasa bangun dan bersiap saat sirine berbunyi. Han Se bangun dengan bingung, dia tidak mengerti apa yang semua orang pagi-pagi lakukan. Dia hanya ingin menempel pada Jung In. Dia akhirnya iku juga senam pagi.
SAat kerjabakti pagi hari, Sekertaris Kim melapor pada Han Se bahwa tadi malam dia melihat Jung In dan Hyun Soo berduaan di dalam mobil. Han Se langsung mengumpulkan semua orang dan minta sekretatis Kim melaporkan apa yang dia lihat semalam.
"Mereka tadi malam ada di dalam mobil dan mereka melakukan eee...", kata Kim Terbata-bata
"Mereka berciuman!", potong Han Se
Jung In dan Hyun Soo panik. Mereka menyangkalnya.
 "Bukankah kalian semua lihat Hyun Soo tidur di kolong meja khan?", sahut Jung In berusaha menutupi. Keluarga jadi bingung
"Walau sekertaris Kim terlihat bodoh dia bisa dipercaya tidak pernah berbohong", kata Han Se merasa di atas angin. Jung In dan Hyun Soo merasa terpojok.
Lalu tiba-tiba telepon sekertaris Kim berbunyi. Dia ditelepon oleh Mamanya Han Se, dia lalu berkata pada Mama Han Se bahwa dia belum berhasil menemukan Han Se.
Jung In langsung tersenyum senang
"Tuh kalian lihat bukankah dia sekarang juga sedang berbohong", ujar Jung In cepat. Akhirnya tidak ada lagi yang percaya perkataan mereka berdua. Jung In dan Hyun Soo aman sementara ini.

Saat sarapan pagi, kakek meminta Han Se pulang sehabis sarapan. Tapi Han Se menolak pulang, karena dia sekarangtidak punya tempat pulang.  Dia lalu berkata telah melepaskan Global dan ingin tinggal di sana bersama mereka. Dia berkata melepas Global demi mendapatkan cinta Jung In.
Joo Hee merasa Han Se romantis. Geum ja protes karena dikira rumah mereka penampungan. Han Se ingin dianggap sebagai teman Hyun Soo dan ingin tinggal di sana dan memakai baju training hijau seperti mereka.
"Sebentar lagi khan ada launching BEAT, bukankah kau akan sibuk sekali mengurus acara launching itu", kata Hyun Soo kesal. Han Se bilang Hyun Soo cukup capable mengurus semua itu.

Hyun Soo betemu Jung In lagi diam-diam di halaman belakang, mereka kali ini benar-benar pusing oleh Han se. Jung In akhirnya memutuskan hari ini tidak masuk kantor karena dia ingin mengawasi Han Se dan takut Han Se akan berkata macam-macam.
"Kamu tidak percaya padaku?", tanya Jung In
"Aku percaya padamu tapi aku tidak percaya Han Se", jawab Hyun Soo
"Tenang saja nanti kalau dia macam-macam akan kusundul dia dengan kepalaku", kata Jung In
"Eh jangan, dulu kau menyundulku saat pertama kali kita bersentuhan", cegah Hyun Soo
"Kalau begitu akan kutinju dia", sahut Jung In
"Eh jangan tangan itu khan sarung tanganku"
"Atau aku tendang saja dia"
"Eh tapi aku pernah menempelkan band aid di kakimu", kata Hyun Soo tak rela
Sang Hoon lalu muncul ke halaman belakang, mereka berdua pura-pura berkelahi lagi. Namun Sang Hoon sudah mulai curiga sekarang

Hyun Soo pergi ke kantor sendiri, dia berjalan ke luar sambil menelepon Jung In dan melambaikan tangannya ke Jung In yang sedang ada di loteng. Sang Hoon mulai curiga. Jung In buru-buru menutup jendela. Saat Jung In membuka jendela lagi Hyun Soo kaget karena dia melihat Han Se sudah ada di kamar Jung In.
 
Tapi Jung In bicara agar Oppa tak perlu khawatir.

Dari Joon bae yang keceplosan bicara Seo Jung Kil dapat informasi bahwa wasiat Ayahnya pada Kakek Kang itu bukan hanya lisan tapi tertulis. Jung Kil ingin mendapatkan wasiat tertulis itu, dia menyusun strategi. Dia mengusulkan kepada kakek untuk mengadakan kerja bakti menyeluruh di rumah hari itu. Kakek mengijinkannya.
Jung In memakai kesempatan ini untuk mendekati dan mengambil hati Geum Ja sambil membantunya dan membicarakan rencana paradise trip. Seo Jung Kil langsung pada misinya, dia dengan dalih bersih-bersih masuk ke kamar kakek untuk mencari surat wasiat itu.

Sung Joong menemui Ji Soo. Dia berkata tadinya ingin membeli hp berpasangan untuk dia dan Ji Soo tapi dia mengurungkan niatnya dan membeli sepasang cincin untuk mereka berdua.

Hyun Soo mulai kesepian dan juga cemas memikirkan Jung In, dia lalu menelepon Jung In. Jung In sedang di kamar Hyun Soo. Jung In berkata bahwa hari ini ada kerja bakti dan dia membersihkan kamar Hyun Soo.
"Aku jadi tidak mood bekerja gara-gara tak melihatmu di sini", kata Hyun Soo
Jung In mengambil foto Hyun Soo yang ada di meja.
"Oppa, kamu terlihat manis saat tersenyum", kata Jung In sambil memegang dan memandang foto Hyun Soo
Tiba-tiba Han Se masuk ke kamar Hyun Soo, dia merebut foto yang sedang di pegang Jung In.
"Hey, Han Se kau tak boleh menyentuh itu, hey jangan-jangan, nanti sobek", seru Jung In heboh.
Hyun Soo yang mendengarnya dari telepon bingung, Hyun Soo berpikir terlalu jauh, dia sempat mengira Han Se berani bertindak tidak senonoh pada Jung In. Hyun Soo panik dan cemas.
"Jung In..Jung In!", teriaknya di telepon dengan sangat panik dan takut, orang di kantor sampai dibuat heran.
"Oppa, Han Se nakal dia ingin merebut foto kita", kata Jung In
Hyun Soo lega dan tertuduk lemas.

Jung Kil bekerja sama dengan Han Se untuk menemukan surat wasiat itu.Han Se malas membantu Jung Kil dia menyuruh sekertaris Kim menggantikannya membantu mencari sura wasait itu. Han Se sendiri lebih suka mengikuti kemanapun Jung In pergi. Han Se bahkan ikut ke kamar mandi mengikuti Jung In menc uci baju. Han Se sebal bahkan Jung In yang dikenalnya sekarang rela mencuci baju Hyun Soo tanpa mesin cuci lagi. Dia heran Jung In sanggup bertahan hidup seperti ini, bahkan idak ada V di rumah Kakek. (si kakek ni tv aja ga beli irit banget hehe)
"Kalau kamu tak tahan hidup di sini kenapa tak pulang saja ke rumahmu!", sindir Jung In.
Han Se lalu mengajak Jung In membakar ubi seperti yang dilakukan Hyun Soo.
"Walau kau membakar ubi tetap saja kau bukan Hyun Soo!"
Hyun Soo kembali menelepon, dia lewat Kyun Soo melakukan 3G/video call dengan Han Se dan Jung In (biar bisa ngawasi mereka ngapain hehe). Hyun Soo kesal pada Han Se gara-gara Han Se tidak masuk, upacara launching esok hari jadi dia yang mengurusnya. Han Se menitipkan semua pada Hyun Soo
"Aku sampai tidak sempat makan siang gara-gara kamu!", kata Hyun Soo

Geum Ja akhirnya curiga akan maksud Jung Kil, dia mengadu pada Sang Hoon bahwa Jung Kil sepertinya mencari surat wasiat. Dia juga lalu memutuskan untuk mencari surat wasiat itu sebelum jatuh ke tangan Jung Kil.

Malam hari Jung In dan Han Se pergi ke Global Motor. Han Se menunggu Jung In di mobil, dia tak mau menampakkan diri di sana. Jung In masuk ke kantor, dia membawakan cemilan ubi bakar buat tim BEAT.
Hyun Soo begitu lega melihat Jung In. Jung In lalu permisi membeli minuman. Hyun Soo mengikuti Jung In ke luar. Dia mengejar Jung In dan memeluk Jung In dari belakang. Dia rindu dan menantikan Jung In datang sedari tadi.
"Lain kali kau jangan libur dari kantor ya, aku tak peduli jika Han Se pun membocorkan hubungan kita", pinta Hyun Soo.

Han Se tidak sabar menunggu di mobil. Dia keluar, dari luar kantor dia melihat Hyun Soo memeluk Jung In. Han Se cemburu dia buru-buru ingin masuk menyusul ke sana. Tapi tiba-tiba Han Se melihat ibunya, dia langsung kabur menghindar dan lari terbirit-birit (kayak maling takut ketahuan hahaha)
Saat di luar, Mama Han Se juga tak sengaja melihat Jung In dan Hyun Soo sedang berduaan. Dia tambah dendam pada Jung In.

Seo Jung Kil bingung , dia merasa telahsejarian mengobrak abrik rumah itu tetapi belum menemukan surat wasiat yang dimaksud. Dia lalu curiga kakek menyimpannya di motto keluarga yang dipajang di rumah. Jung kil mengambil moto itu. Geum Ja curiga, dia juga ingin merebutnya. Pigura itu jatuh dan pecah. Di sana menyembul sebuah amplop coklat.
Geum Ja dan Jung Kil melihatnya. kakek keluar meliha keributan yang terjadi. Jung Kil buru-buru mengambil amplop itu dan lari keluar. Kakek meminta Jung Kil dihentikan. Semua keluarga mengejar Jung Kil. Terjadi kejar-kejaran di halaman rumah. Jung Kil lalu mengoper surat itu pada Han se. saat terjepit Han Se mengoper surat itu lagi pada Jung Kil. Suasana jadi heboh, mirip basket atau bahkan rugby. Surat itu pun jatuh ke tanah, Semua berebut saling bertumpukkan ingin mengambil surat itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar